SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL KE 50


Kamis, 05 September 2013

DISTRIBUSI SILABUS TEORI KDM I 2013


DISTRIBUSI PERKULIAHAN MA. KEBUTUHAN DASAR MANUSIA I
AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB LAMONGAN
TA 2013/ 2014

HARI/TGL
WAKTU / KELAS
MATERI POKOK
PENGAJAR
A
B
Senin /
2 September 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Penjelasan silabus dan tindakan Keperawatan KDM I
Penugasan makalah

Muhamad Ganda Saputra, SST
Senin /
9 September 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Manusia
1.      Konsep Kebutuhan Dasar Manusia
2.      Ciri Kebutuhan Dasar Manusia
3.      Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia
4.      Pendapat beberapa ahli tentang model Kebutuhan Dasar Manusia
Khotibul Umam, S.Kep.,Ns
Selasa /
10 September 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
09.30-11.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Gejala Kardinal dan Kesadaran
1.      Pedoman untuk mengkur Kesadaran
2.      Pengertian, Tujuan, Cara Kerja pengukuran, Evaluasi dan pencatatan :
-         Nadi, Pernapasan
-         Tekanan Darah
Liza Purbowati, S.Kep.,Ns

Senin /
16 September 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan
1.  Pengertian Tumbuh Kembang
2.  Pola Tumbuh Kembang
3.  Tahapan Tumbuh Kembang
4.  Faktor yang mempengaruhi Tumbuh Kembang
5.  Tumbuh kembang (Tahap Konsepsi sampai Prasekolah, Usia sekolah – Remaja, Dewasa awal & Dewasa Tengah, Lansia) meliputi :
-          Perkembangan Fisik
-          Perkembangan Kognitif
-          Perkembangan Psikososial
-          Persepsi Kesehatan
-          Hospitalisasi & Penyakit
Joko Susanto, S.Kep.,Ns

Selasa /
 17 September 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
09.30-11.30
(2 x 60’)
Pemeriksaan Fisik
1.Pengertian
2. Tujuan
3.Lingkup Pemeriksaan Fisik secara head to toe
4.KU
5.Pemeriksaan Kepala dan Leher
6.Pemeriksaan Kel Getah Bening
Arina Qonaah, S.kep.,Ns
Senin /
23 September 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Pemeriksaan Fisik Dada dan Abdomen
1.      Pengertian
2.      Tujuan
3.      Pemeriksaan Dada
4.      Pemeriksaan Abdomen
Tadi, S.Kep.,Ns
Selasa /
 24 September 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
09.30-11.30
(2 x 60’)
Pemeriksaan Fisik
1.      Pemeriksaan ekstremitas dan musculoskeletal
2.      Pemeriksan genetalia
3.      Pemeriksan neurologis
Fanny Okviasanti, S.Kep.Ns

Senin /
30 September 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Pencegahan Infeksi
1.      Sifat Infeksi
2.      Proses Infeksi
3.      Konsep Asepsis
Anestasia Pangestu MT,S.Kep.,Ns
Selasa /
01 Oktober 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
09.30-11.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Suhu Tubuh
1.      Fisiologi
2.      Regulasi
3.      Faktor yang mempengaruhi suhu & perubahan suhu
4.      Proses Keperawatan dan Termoregulasi (Hipertermia, Heatstroke, Hipotermia)

Muhamad Ganda Saputra, SST

Senin /
 07 Oktober 2013

09.30-11.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Personal Hygiene
1.    Faktor-faktor yang mempengaruhi praktik Hygiene
2.    Tipe perawatan Higienis
3.    Perawatan, proses dan perawatan (kulit, kaki, dan kuku, mulut, rambut, mata, telinga dan hidung
4.    Lingkungan ruangan klien
5.    Mempertahankan kenyamanan
6.    Peralatan ruangan
Lailatul Fadliyah.,SST

Selasa /
08 Oktober 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
09.30-11.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Eliminasi
1.      Eliminasi urine
-    Fisiologi Eliminasi Urine
-    Faktor yang mempengaruhi urinasi
-    Perubahan dalam Eliminasi urine
2.      Eliminasi Fekal
-    Pencernaan Normal dan Eliminasi
-    Faktor-faktor yang mempengaruhi Eliminasi
-    Masalah Defekasi umum
-    Diversi Usus

Iswatun, S,Kep.,Ns


UTS

Senin /
21 Oktober 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Oksigenasi
1.      Fisiologi Kardiovaskular
2.      Fisiologi Pernapasan
3.      Faktor yang mempengaruhi Oksigenasi
4.      Perubahan Fungsi Jantung
5.      Perubahan Fungsi Pernapasan






M.Nukhun,SPd.,S.Kep.,Ns

Selasa /
22 Oktober 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Mobilitas dan Imobilisasi
1.      Pengantar Mekanika Tubuh
2.      Pengaturan Gerakan
3.      Prinsip Mekanika Tubuh
4.      Pengaruh Patologis pada Kesejajaran Tubuh dan Mobilisasi
5.      Perubahan Perkembangan

Yani Erniyawati, S.Kep

Senin /
28 Oktober 2013


10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Sexual
1.      Konsep Seksualitas
2.      Sikap terhadap Kesehatan Seksual
3.      Anatomi dan Fisiologi Seksual
4.      Perkembangan Seksual
5.      Respon Seksual
6.      Kehamilan dan Seksualitas
7.      Masalah yang berhubungan dengan Seksualitas

Amellia Mardhika, S.Kep.,Ns

Selasa /
29 Oktober 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Nutrisi
1.      Prinsip Nutrisi
2.      Pencernaan
3.      Absorbsi
4.      Eliminasi
5.      Nutrisi dan Peningkatan Kesehatan
6.      Variabel Perkembagan dalam Meningkatkan dan Mempertahankan Nutrisi yang Sehat

Liza Purbowati, S.Kep.,Ns

Senin /
04 Nopember 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Rasa Nyaman dan Nyeri
1.      Pengertian Nyeri
2.      Fisiologi Nyeri
3.      Klasifikasi Nyeri
4.      Stimulus Nyeri
5.      Teori Nyeri

Muhamad Ganda Saputra, SST
Selasa /
05 Nopember 2013


07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Psikososial
1.      Pengertian Kebutuhan Psikososial
2.      Status Emosi
3.      Konsep Diri
4.      Mekanisme Koping
5.      Hubungan Sosial
6.      Pentingnya Konsep diri yang sehat
7.      Konsep Dasar dari Konsep Diri

Endah Sri Wijayanti, SST.,M.Kes

Senin /
 11 Nopember 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep dasar Kebutuhan Cairan & Elektrolit
1.      Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
2.      Keseimbanagan Asam Basa


Mulyadi, S.Kep.,Ns

Selasa /
 12 Nopember 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
1.      Definisi Keamanan & Keselamatan
2.      Sistem Persyarafan
3.      Faktor yang mempengaruhi keamanan & keselamatan
4.      Kebijakan RS terkait keselamatan klien
5.      Keamanan Lingkungan
6.      Oksigen

Amelia Mardhika, S.Kep.,Ns

Senin /
18 Nopember 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Loss and Grieving
1.      Kehilangan
2.      Duka Cita, Berkabung, dan Kehilangan karena Kematian
3.      Konsep dan Teori Berduka

Ali Sairozi, SKM.,M.Mkes

Selasa /
19 Nopember 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Istirahat Tidur
1.      Tidur dan Istirhat
2.      Fisiologi Tidur
3.      Fungsi Tidur
4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi Tidur
5.      Gangguan Tidur

Lailatul Fadliyah.,SST

Senin /
25 Nopember 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep Dasar Death and Dying
Perubahan Tubuh Setelah Kematian
Ali Sairozi, SKM.,M.Mkes

Selasa /
26 Nopember 2013

07.30 - 09.30
(2x60’)
10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
Konsep Dasar Kebutuhan Spiritual
Spiritual dan Religi

Endah Sri Wijayanti, SST.,M.Kes

Senin /
2 Desember 2013

10.30 – 11.30
12.30 – 13.30
(2 x 60’)
07.30 - 09.30
(2x60’)
Konsep dasar Kebutuhan Cairan & Elektrolit
1.      Gangguan Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam-Basa
2.      Variabel yang mempengaruhi Keseimbangan Normal Cairan, Elektrolit dan Asam-Basa

Mulyadi, S.Kep.,Ns








Lamongan, 30 Agustus 2013
Koordinator Mata Kuliah
Kebutuhan Dasar Manusia I


MUH. GANDA SAPUTRA, SST



Kamis, 04 Juli 2013

PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 2 ( 4 - 26 JULI 2013 )

AKADEMI KEPERAWATAN
(AKPER)
KABUPATEN LAMONGAN

Terakreditasi BAN PT


TAHUN AKADEMIK 2013/2014
MENERIMA MAHASISWA BARU GELOMBANG 2

• JALUR UMUM
• />Kampus :
Jl. Kusuma Bangsa No. 7 A Telp./Fax. (0322) 324352
Belakang RSUD Dr. Soegiri)
L A M O N G A N


PENDAHULUAN

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin meningkatnya pendidikan masyarakat berakibat meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan, untuk mewujudkan kualitas pelayanan tersebut perlu didukung tersedianya tenaga kesehatan yang profesional melalui pendidikan tinggi kesehatan diantaranya bidang keperawatan dalam bentuk Pendidikan Diploma III Keperawatan.


TUJUAN

Pendidikan Diploma III Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan Ahli Madya Keperawatan sebagai perawat profesional tingkat pemula yang mampu bekerja di semua tatanan pelayanan kesehatan.


FASILITAS PENDIDIKAN

1. Ruang Kuliah ber AC, LCD, sistem pembelajaran multimedia interaktif.

2. Laboratorium :
• Laboratorium Ilmu Keperawatan Dasar.
• Laboratorium Keperawatan Bedah Dalam.
• Laboratorium Keperawatan Maternitas.
• Laboratorium Keperawatan Anak.
• Laboratorium Keperawatan Jiwa
• Laboratorium Keperawatan Komunitas
• Laboratorium Bahasa
• Laboratorium Mikrobiologi

3. Lahan praktek :
• RSUD dr. Soegiri Lamongan dan RS Swasta di Wilayah Kabupaten Lamongan
• RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• RS Jiwa "dr. Radjiman W" Lawang
• Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
• Puskesmas di Kabupaten Lamongan beserta daerah binaan
• Panti Wreda Dinas Sosial Propinsi Jatim

MASA PENDIDIKAN

Masa pendidikan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan adalah 6 (enam) Semester dengan beban studi 108 SKS ditambah muatan pelengkap 21 SKS termasuk kewajiban bagi setiap Mahasiswa untuk menyusun Studi Kasus.

PRESPEKTIF LULUSAN

Lulusan D III Keperawatan disiapkan untuk bekerja di seluruh tatanan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, dan disiapkan untuk bekerja di luar negeri.


PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK

1. JALUR UMUM (Melalui Test Tulis)

1) Warga Negara Indonesia
2) Dasar Pendidikan :
Lulusan SMA, SMU, MA Jurusan IPA/IPS
3) Tinggi badan minimal :
Laki Laki : 155 cm; Perempuan : 150 cm
4) Berbadan sehat (tidak cacat fisik)
5) Tidak buta warna total maupun parsial
6) Umur maks : 25 tahun (Pada 1 Sept. 2013)
7) Berkelakuan baik.
8) Sanggup tidak hamil selama dalam pendidikan, mematuhi peraturan pendidikan dan menanggung biaya yang telah ditetapkan.

2. BIAYA KULIAH

• SPP Per Semester Rp. 1.800.000,-
• Praktikum per Semester Rp. 600.000,-
• Sumbangan Pengembangan Rp. 5.000.000,-


WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

1. Waktu Pendaftaran :

• JALUR UMUM Gelombang II: 4 Juli s/d 26 Juli 2013

Senin s.d Kamis pukul 08.00 - 14.00 WIB
Jum'at pukul 08.00 - 10.00 WIB.

2. Tempat Pendaftaran :

Kampus AKPER Pemkab. Lamongan Jl Kusuma Bangsa No.7 A (Belakang RSUD Dr. Soegiri) Lamongan Telp/Fax : (0322) 324352 Lamongan

MEKANISME PENDAFTARAN

1. Peserta seleksi harus mendaftar sendiri.
2. Peserta diwajibkan melengkapi berkas administrasi sebagai berikut :

Pada waktu mendaftar :

• JALUR UMUM (Melalui Test Tulis)

1. Foto copy ijazah / STTB yang dilegalisir atau Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah.
2. Pas foto hitam putih 4 x 6 cm = 5 lembar.
3. Mengisi formulir pendaftaran (telah disediakan)
4. Biaya pendaftaran Rp. 200.000,-

TAHAP SELEKSI

1. Tahap I : Pemeriksaan kesehatan
2. Tahap II : Ujian Tulis.
3. Tahap III : Pemeriksaan kesehatan spesialis bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian tulis

MATA UJI TULIS :

1. Matematika
2. Bahasa Inggris
3. I P A (Biologi, Fisika, Kimia)
4. Bahasa Indonesia


TEMPAT UJIAN :

Kampus AKPER Pemkab. Lamongan Jl Kusuma Bangsa No.7 A (Belakang RSUD Dr. Soegiri) Lamongan Telp./ Fax : (0322) 324352 Lamongan


WAKTU UJIAN :

Gelombang II: 30 Juli 2013


• Setelah dinyatakan diterima, (Jalur umum dan Jalur PMDP) wajib melengkapi :
Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian atau dari Sekolah bagi yang lulus tahun 2013.


LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam pengumuman ini dapat ditanyakan di tempat pendaftaran / akan diumumkan kemudian.


Lamongan, Juli 2013

Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan

t.t.d

CUCUK RAHMADI P.,SKP.,M.Kes
NIP. 19680215 199203 1 011

Rabu, 11 Januari 2012

MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN 2013

AKADEMI KEPERAWATAN
(AKPER)
KABUPATEN LAMONGAN

Terakreditasi BAN PT


TAHUN AKADEMIK 2013/2014
MENERIMA MAHASISWA BARU

• JALUR UMUM
• JALUR PMDP (TANPA TEST TULIS)

Kampus :
Jl. Kusuma Bangsa No. 7 A Telp./Fax. (0322) 324352
Belakang RSUD Dr. Soegiri)
L A M O N G A N


PENDAHULUAN

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin meningkatnya pendidikan masyarakat berakibat meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan, untuk mewujudkan kualitas pelayanan tersebut perlu didukung tersedianya tenaga kesehatan yang profesional melalui pendidikan tinggi kesehatan diantaranya bidang keperawatan dalam bentuk Pendidikan Diploma III Keperawatan.


TUJUAN

Pendidikan Diploma III Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan Ahli Madya Keperawatan sebagai perawat profesional tingkat pemula yang mampu bekerja di semua tatanan pelayanan kesehatan.


FASILITAS PENDIDIKAN

1. Ruang Kuliah ber AC, LCD, sistem pembelajaran multimedia interaktif.

2. Laboratorium :
• Laboratorium Ilmu Keperawatan Dasar.
• Laboratorium Keperawatan Bedah Dalam.
• Laboratorium Keperawatan Maternitas.
• Laboratorium Keperawatan Anak.
• Laboratorium Keperawatan Jiwa
• Laboratorium Keperawatan Komunitas
• Laboratorium Bahasa
• Laboratorium Mikrobiologi

3. Lahan praktek :
• RSUD dr. Soegiri Lamongan dan RS Swasta di Wilayah Kabupaten Lamongan
• RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• RS Jiwa "dr. Radjiman W" Lawang
• Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
• Puskesmas di Kabupaten Lamongan beserta daerah binaan
• Panti Wreda Dinas Sosial Propinsi Jatim

MASA PENDIDIKAN

Masa pendidikan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan adalah 6 (enam) Semester dengan beban studi 108 SKS ditambah muatan pelengkap 21 SKS termasuk kewajiban bagi setiap Mahasiswa untuk menyusun Studi Kasus.

PRESPEKTIF LULUSAN

Lulusan D III Keperawatan disiapkan untuk bekerja di seluruh tatanan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, dan disiapkan untuk bekerja di luar negeri.


PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK

1. JALUR UMUM (Melalui Test Tulis)

1) Warga Negara Indonesia
2) Dasar Pendidikan :
Lulusan SMA, SMU, MA Jurusan IPA/IPS
3) Tinggi badan minimal :
Laki Laki : 155 cm; Perempuan : 150 cm
4) Berbadan sehat (tidak cacat fisik)
5) Tidak buta warna total maupun parsial
6) Umur maks : 25 tahun (Pada 1 Sept. 2013)
7) Berkelakuan baik.
8) Sanggup tidak hamil selama dalam pendidikan, mematuhi peraturan pendidikan dan menanggung biaya yang telah ditetapkan.

2. JALUR PMDP (Tanpa Test Tulis)

1. Lulusan SMA, MA jurusan IPA
pada tahun 2013 masih duduk di kelas XII
2. Syarat lain sebagaimana jalur umum
3. Foto copy raport semester 1 s/d 5 yang dilegalisir (dengan membawa raport asli)
4. Nilai mata pelajaran Matematika, Bhs. Inggris, IPA (Kimia, Fisika, Biologi), dan Bhs. Indonesia minimal 7,0 setiap semesternya.
5. Surat keterangan sebagai siswa atau surat keterangan lulus (bagi yang sudah dinyatakan lulus), surat keterangan berkelakuan baik dari Kepala Sekolah yang bersangkutan

BIAYA KULIAH

• SPP Per Semester Rp. 1.800.000,-
• Praktikum per Semester Rp. 600.000,-
• Sumbangan Pengembangan Rp. 5.000.000,-


WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

1. Waktu Pendaftaran :

• PMDP : 4 Maret s/d 31 Mei 2013

JALUR UMUM:Gelombang I: 4 Maret s/d 1 Juli 2013. Gelombang II: 4 Juli s/d 26 Juli 2013

Senin s.d Kamis pukul 08.00 - 14.00 WIB
Jum'at pukul 08.00 - 10.00 WIB.

2. Tempat Pendaftaran :

Kampus AKPER Pemkab. Lamongan Jl Kusuma Bangsa No.7 A (Belakang RSUD Dr. Soegiri) Lamongan Telp/Fax : (0322) 324352 Lamongan

MEKANISME PENDAFTARAN

1. Peserta seleksi harus mendaftar sendiri.
2. Peserta diwajibkan melengkapi berkas administrasi sebagai berikut :

Pada waktu mendaftar :

• JALUR UMUM (Melalui Test Tulis)

1. Foto copy ijazah / STTB yang dilegalisir atau Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah.
2. Pas foto hitam putih 4 x 6 cm = 5 lembar.
3. Mengisi formulir pendaftaran (telah disediakan)
4. Biaya pendaftaran Rp. 200.000,-

TAHAP SELEKSI

1. Tahap I : Pemeriksaan kesehatan
2. Tahap II : Ujian Tulis.
3. Tahap III : Pemeriksaan kesehatan spesialis bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian tulis

MATA UJI TULIS :

1. Matematika
2. Bahasa Inggris
3. I P A (Biologi, Fisika, Kimia)
4. Bahasa Indonesia


TEMPAT UJIAN :

Kampus AKPER Pemkab. Lamongan Jl Kusuma Bangsa No.7 A (Belakang RSUD Dr. Soegiri) Lamongan Telp./ Fax : (0322) 324352 Lamongan


WAKTU UJIAN :

Gelombang I: 3 Juli 2013, Gelombang II: 30 Juli 2013


• JALUR PMDP (Tanpa Test Tulis)

Mengisi formulir PMDP secara lengkap dan benar dikirim langsung ke Kampus Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan Jalan Kusuma Bangsa No. 7 A Lamongan paling lambat bulan 31 Juni 2013.

Setelah dinyatakan diterima, (Jalur umum dan Jalur PMDP) wajib melengkapi :
Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian atau dari Sekolah bagi yang lulus tahun 2013.


LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam pengumuman ini dapat ditanyakan di tempat pendaftaran / akan diumumkan kemudian.


Lamongan, Maret 2013

Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Akademi Keperawatan
Kabupaten Lamongan

t.t.d

CUCUK RAHMADI P.,SKP.,M.Kes
NIP. 19680215 199203 1 011

Rabu, 21 Desember 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MITRAL STENOSIS

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN MITRAL STENOSIS

LANDASAN MEDIS
1. PENGERTIAN
Mitral stenosis adalah blok aliran darah pada tngkat kantup mitral, akibat adanya perubahan struktur mitral leaflets yang menyebabkan tidak membukanya kantup mitral secara sempurna paa saat drastolik.
( Suparman ; 2000:1035 )
Mitral stenosis adalah perubahan progresif dan pengerutan bilah-bilah kanttup mitral yang menyebabkan penyimpatan lumen dan sumbatan progresif aliran darah ( Huddak dan Gallow ; 1998: 825 ).

2. ETIOLOGI
Mitral stenosis terjadi paling sering sebagai akibat dari penyakit jantung rematik, endokardritis, bakterial atau kalsifikasi.

3. PATOFISIOLOGI
R H D

Mitral Stenosis


Atrium kiri meningkat Darah diventrikel kiri berkurang

Vena pulmanal meningkat Curah jantung menurun

Peningkatan tekanan sierkulasi Penurunan perfusi sistemik

Peningkatan tekanan ventrikel kanan Darah menggenang di belakang
Karup yang stenosis

Peningkatan tekanan atrrom kanan Aatrium kiri dilatasi

Kongesti pulmoral sistemik Hipoksia

Odom periter Metab- an aerob

Peningkatan volume cairan Kelelahan

Intoleran aktifitas

Efek fosiologis dan hemodinamik pada stenosis mitral
Peningkatan tekanan dilatasi atrium kiri fibrilasi atrium
Arteri pulmonal

Edema alveolar dan Hipertrofi atrium kiri
Interstitral
- Dispnea Tekanan dan volume
- Artopnea atrium kiri
- Edema pulmonal


Penurunan darah keventrikel kiri

Hipertensi pulmonal Penurunan curah jantung sistemik


- Hemoptisis
- Hipoksemia Penurunan perfusi otot rangka
Penurunan tekanan dan - Kelelahan
Volume ventrikel kanan

Gagal jantung sisi kanan
- Edema perifer
- Distensi vena jugularis
- Pembesaran hepar

4. GAMBARAN KLINIS
Sesak napas 4.7 Kelelahan, kelemahan
Hemoptisis 4.8 Distensi vena jugularis
Hipoksemia 4.9 Polprtasi
Ortopnea 4.10 Nyeri dada
Edema 4.11 Suara parau (hoarsenesis)
Edema perifer 4.12 Fibrilasi atrium

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN FISIS
a. Inspeksi dan Palpasi.
Apeks biasanya normal tetapi kadang-kadang sulit ditemukan vibrasi saat palpasi dirasakan akibat bunyi jantung pertama yang mengeras dan dapat diraba adanya diastolic thriil.
b. Auskultasi.
1. Bunyi jantung pertama yang mengeras
Dapat terjadi apabila mitral masih dapat bergerak (mobil) belum terlalu kaku dan belum mengalami kalsifikasi.
2. Openting snap.
Terdengar di apeks atau parasternal kiri, terjadi sebagai akibat katup terdorong secara cepat ke arah ventrikel kiri, karena perubahan tekanan yang besar antara atrium kiri dan ventrikel kiri pada awal diastolik.
3. Bising diastolik/rumbling
Timbul sebagai akibat turbulensi aliran darah yang melewati atrium mitrale yang sempit.
4. Bunyi jantung P2 yang mengeras
5. Bising graham steel.

ELEKTROKAR DIAGRAM
P mitral yaitu gelombang P yang lebar dengan notch dilead II dan prominen gelombang P negatif pada lead IV, hepetrofi ventrikel kanan apabila tekanan sistolik pada arteri pulmonal lebih dari 70 mmhg.

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
a. Left atrial appendage dan atrium kiri membesar.
b. Vena pulmonal menonjol terutama terlihat pada basis jantung.
c. Lapangan baru memperlihatkan tanda-tanda bendungan, kadang-kadang terlihat garis pada septrum intrestisial pada daerah sinus kostotrenskus.

EKOKARDIGRAFI M MODE
a. E – F slope mengecil dari anterior leaflets kantup mitral dengan menghilangnya gelombang a.
b. Berkurangnya permukaan kantup mitral.
c. Berubahnya pegerakan katup posterior.
d. Penebalan katup akibat fibrosis dan multiple mitral valve echo akibat kalsifikasi.
KATETERISASI
Terlihat pressure gradient atrium kiri dan ventrikel lerri pada saat distolik.
Mdikasi pemeriksaan kateterisasi pada mitral stenosis :
5.6.1. Keluhan pasien tidak sesuai dengan kelainan obyektif yang ditemukan.
5.6.2 Milhat adanya bentuk lain penyakit-penyakt yang mungkn menyertainya.
5.6.3 Adanya persangkaan regurgitasi mitral.
5.6.4 Adanya persangkaan muksoma atrium kiri pada pemeriksaan ekokardiograsi.
5.6.5 Dugaan adanya silent stenosis mitral dengan hasil pada pemeriksaan ekokardiograsi kurang memuaskan.

6. KOMPLIKASI.
Fibrilasi Atrium.
Emboli sistemik
Hpertensi pulmonal dan dekopensasi jantung

7. DIAGNOSA BANDING.
Regurgitasi mitral
Emfisema paru
Defek septum atrium
Hipertensi pulmonal primer
Miksoma atrium kiri

8. PENATALAKSANAAN.
Obat-obtan selesitasl dan kortikosteroid keduanya mempunyai efek dramatik pada demam dan poli antirstis pada pengobatan demam rematik, obat ini tidak bisa diberikan pada klien atralgia.
Obat stread diberikan pasien Karaditis dan kardiomegoli
Istirahat sempurna  2 minggu bila tidak ada karditis,ambulasi 2 minggu disertai pengobatan salisilat.
Terapi diit dengan tinggi protein, calsium.
OPERASI
Pertimbangan untuk dilakukan operasi adalah sebaga berikut :
1. Seberapa jauh disability yang ditimbulkannya.
2. Keadaan obyektif abstruksinya.
3. bagaimana, mobilitas katup.
4. Ada atau tidaknya regurgitasi.
5. Adanya kelainan vavular lain atau adanya penyakit jantung
6. koroner.
Indikasi Untuk Oprasi :
1. Stenosis sedang sampai berat, dilihat dari beratnya stenosis (<1,7 cm2) dan keluhan.
2. Stenosis mitral dengan hipertensi pulmonal.
3. Stenosis mitral dengan resiko tngg bagi timbulnya emboli misal :
a. Usia tua dengan fibritasi atrial.
b. Pernah mengalami emboli sistemik.
c. Pembesaran yang nyata dari appandage atrium kiri.
Jenis Operasi Yang Dapat Dilakukan :
1. Closed mitral commissurotomy.
Dilakukan pada pasien tanpa komlikasi, caranya yaitu :
Dengan sebuah alat dilator dimasukan sampai diapeks, kemudian dengan dikontrol oleh jari lewat atrium kiri, lalu dilakukan pelebaran katup mitral.
2. Open mitral valvotomy.
Teknik ini dipilih apabila inorn dilihat dengan jelas keadaan katup mitral, lebih akurat dari pada closed mitral commissurotomy dan dipilih apabila ada dugaan ada trombosi didalam atrium, operasi ini akan memperbaiki kelainan hemodinamika dan akan mengurangi timbulnya keluhan.
3. Mitral valve replacement.
Biasa dilakukan apabila disertai regurgitasi dan kalsifikasi katup mitral yang jelas.

LANDASAN ASKEP


1. PENGKAJIAN.
1.1 Biodata.
Menyerang wanita lebih banyak dari pada pria dengan perbandingan kira-kira 4 : 1.
1.2 Keluhan utama.
Sesak nafas.
1.3 Riwayat penyakit sekarang.
Sesak nafas.
1.4 Riwayat penyakit dahulu.
Terdapat riwayat penyakit jantung rematik.
1.5 Riwayat penyakt keluarga.
Terdapat
1.6 ADL.
1.6.1 Aktifitas = Kelelahan
1.6.2 Nutrisi = Penurunan BB
1.6.3 Elminasi = Kelebihan cairan
1.6.4 Personal hygiene = Ketergantungan terhadap keluarga
1.6.5 Istirahat = Sedikit terganggu

1.7 Pemeriksaan
1.7.1 Pemeriksaan fisik.
Pada wajah terdapat bercak-bercak keunguan di pipi pasien.
Inpeksi : Apeks biasanya normal tetapi kadang-kadang sulit ditentukan.
Palpalis : Vibrasi pada saat palpasi dapat dirasakan akibat bunyi jantung pertama yang mengeras dan dapat diraba adanya diastolic thrill.
Auskultasi :
1. Bunyi jantung pertama yang mengeras.
2. Opening snap.
3. Bising diastolik/rumbling
4. Bunyi jantung P2 yang mengeras
5. Bising graham steel.
1.7.2 Pemeriksaan diagnostik.
LED meningkat 80-100 mm/hari
Protein = C reaktif masa eksaserbasi
SPD meningkat pada waktu timbul proses inflamasi.
JDL menunjukan anemia sedang
Sinar X menunjukan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN.
2.1 Penurunan cairan jantung berhubungan dengan preload yang menurun sekunder terhadap penurunan pengisian ventrikel.
2.2 Intolesan aktifitas berhubungan dengan ketidak keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen sekunder terhadap penurunan pengisian ventrikel kiri.
2.3 Kurang pengetahuan berhubungan dengan mis inter prestasi informasi.
2.4 Resiko terhadap infleksi berhubungan dengan destruksi jaringan dari peningkatan pemajanan sekunder terhadap bersarangnya bakteri dalam kantup yang malfungsi.
2.5 Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme pengaturan sekunder terhadap gagal jantung sisi kanan.
3. RENCANA KEPERAWATAN.
3.1 DX I
Tujuan : meningkatkan fungsi kardio vaskuler
Kerteria hasil : klien mempunyai curah jantung yang adekuat ditandai dengan :
 Haluaran urine > 30 ml/jam
 TD sistolik 20 mmhg dari TD sistolik dasar.
 FJ 60-100 dpm dengan irama teratur.
 Amplitudo nadi pedalis > 2 + pada skala 0-4 +.
 Ekstermitas hangat dan warna normal.
 Beroreantasi terhadap waktu, tempat dan orang
Rencana Tindakan :
1. Pantau TD, nadi, opikal, nadi perifer
R/indikator klinis dan keadekuatan curah jantung.
2. Pantau irama jantung sesuai indkasi.
R/disitma umum pada pasien dengan penyakit katup
3. Tingkatan/dorong tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggihkan.
R/menurunkan volume darah yang kembali ke jantung, menurunkan sesak dan rejatan jantung.
4. Bantu aktifitas sesuai indikasi.
R/melakukan kembali aktifitas secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung.
3.2 DX. II
Tujuan : Klien dapat beraktifitas tanpa ada hambatan
Kreteria hasil : klein dapat menggerakkan tenaga yang dirasakan pada < 3 pda skala 0-10 dan menunjukan toleransi jantung terhadap aktifitas ditandai dengan :
 FJ < 20 dpm diatas FJ istirahat
 TD sistolik dalam 20 mmhg tidak lebih dari TD sistolik istirahat.
 FP < 20 X/menit dengan pola normal (aupnea).
Rencana Tindakan :
1. Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas
R/parameter menunjukan respon fisiologis pasien terhadap stres dan indikator derajat pengaruh aktivitas.
2. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas.
R/stabilitas fisiologis pada istirahat penting untuk memajukan tingkat induvidual.
3. Dorong memajukan aktivitas/toleransi peawatan diri.
R/konsumsi O2 miokoardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah O2

DAFTAR PUSTAKA


Dengoes Marlyn (2000), Rencana Asuhan keperawatan, Edisi 3, Jakarta, EGC
Engram Barbara (1998), Rencana Askep Medikal Bedah, Vol : 2, Jakarta, EGC
Huddak dan Gallow (1998), Keperawatan kritis Vol 2, Jakarta , EGC
Suparman (2000), Ilmu Penyakit Dalam Julid I Jakarta : FKUI.

PJK (Penyakit Jantung Koroner)

KONSEP DASAR MEDIS

1.1 Pengertian
PJK (Penyakit Jantung Koroner) adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan O2 miokardium dengan suplai) 2 yang disebabkan oleh proses arterosklerosis yang merupakan kelainan digeneratif (Sarwono Waspadji; 1996 ; 1991).
1.2 Etiologi
1.2.1 Dikenal 2 keadaan ketidakseimbangan masukan terhadap kebutuhan O2 yaitu :
1) Hipoksemia (iscemia)
Ditimbulkan oleh kelainan vaskuler (arteri coronaria), meliputi : arterio sklerosis, penurunan aliran darah pada artericoronaria, spasme arteri coronaria, kelainan corgenital.
2) Hipoksia (anoksia)
Yang disebabkan kekurangan O2 dalam darah.
1.2.2 Faktor Resiko
1) Unmodifiable
- Age (usia
- Gender (jenis kelamin)
- Ras
- Genetic
- Familial history
2) Modifiable
1) Mayor
- Hiperlipidemia
- Hypertension
- Cigarret smoking
- Diet tinggi lemak jenuh
- Obesity
- In activity physic
- Gangguan toleransi glukosa
- Kolesterol dan kalori
2) Contribution
- DM
- Stressfull/lifesyle
- Tipe kepribadian
1.3 Patofisiologi
Areriosklerosis

Spasme Arteri Coronaria

Penurunan suplai O2

Iscemia Miokrad

Perubahan reversibel sel dan jaringan

Peningkatan produksi asam laktat  nyeri dada

Hipoksia  PH sel menurun  Asidosis

Penurunan kontraktilitas

Kardiac output menurun

Penurunan perfusi jaringan

Hipoksia


Ekstermitas Muskulus Cerebral Sistem urinarius
   
Akral dingin/diaforesis Weeknest/kelemahan anoksia Oliguria
   
Gangguan keseimbangan cairan Intoleransi aktivitas Gangguan eliminasi urine
1.4 Penatalaksanaan
1.4.1 Medis
Tindakan yang dilakukan :
1) Mengatasi iscemia, yang terdiri dari :
(1) Medikamentosa
Obat-obat yang dipakai adalah :
a. Nitrat (N)
• Diberikan secara parenteral, sublingual, buccat, oral, transdermal dan ada yang dibuat lepas lambat.
• Efek samping
- Flusing
- Hipotensi postural
- Tolerasi
b. Berbagai jenis penyehat geta (BB) mengurangi kebutuhan O2
• Ada yang bekerja cepat seperti pindolol dan proprandol dan bekerja lambat seperti sotalol dan nadolol.
• Yang perlu diingat pada pemakiannya adalah :
- Dapat mengurangi kontraktilitas (awas pada disfungsi LV)
- Menimbulkan spasme bronkus (asma / PPOK)
- Menurunkan HR
- Waspada terhadap bradikardia dan blokade jantung.
• Efek samping
- Mimpi-mimpi
- Rasa dingin pada kaki
- Rasa lelah
- Efek metabolik (gula darah dan lipid)
- Withdrawal effect yang bisa menimbulkan AP lebih berat pada waktu menghentikan obat.
c. Antagonis calcium (Ca A)
• Diberikan secara oral dan parenteral
• Yang perlu diingat pada pemakaiannya adalah :
- Dapat mengurangi kebutuhan O2 dan menambah masukannya (dilatasi koroner)
- Menurunkan HR seperti verapamil dan diltiazem
- Menimbulkan takikardia seperti nifedipin
• Efek samping
- Sakit kepala
- Edema kaki
- Bradikardia sampel blokade jantung
- Konstipulasi, dan lain-lain.
(2) Revaskularisasi
Hal ini dilaksanakan dengan cara :
a. Pemakaian trombolitik, biasanya pada PJK akut seperti IJA
b. Prosedur invasif (PI) non operatif
c. Operasi (coronary artery surgeny CAS)
Beberapa macam operasinya adalah sebagai berikut :
(1) Operasi pintas koroner (CABG)
- Vena saphena (saphenous vein)
- Arteria mammaria interna
- A. Radialis
- A. gastroepiploika
(2) Transmyocardial (laser) recanalization (TMR)
(3) Transplantasi jantung untuk kardiomiopati iskemik
2) Melakukan pencegahan secara sekunder
• Obat-obat pencegahan yang sering dipakai adalah aspirin (A) dengan dosis 375 mg, 160 mg sampai 80 mg. Dosis lebih rendah juga bisa efektif.
• Dahulu dipakai antikoagulan oral (OAK) tapi sekarang sudah ditinggalkan karena terbukti tak bermanfaat.
3) Memberikan penunjang
• Penunjang yang dimaksud adalah untuk mengatasi iscemia akut agar tak terjadi iscemia yang lebih berat sampai IJA (Infark Jantung Akut).
• Anti koaguln parenteral diberikan untuk mencegah stenosis total karena timbulnya bekuan sebagai akibat pecahnya plak aterosklerosis obat yang dipakai adalah heparin (H) gila akan dipakai lebih lama dapat diteruskan dengan OAK.
1.4.2 Keperawatan
1) Memberikan penjelasan kepada penderita / keluarga mengenai penyakitnya.
2) Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat menentukan sergangan PJK.
- Rokok harus dihentikan dan berat badan dikurangi sampai tak ada kelebihan darah.
- Makan harus diatur rendah lemak jenuh dan jumlah kalory yang sesuai.
3) Pengaturan keseimbangan O2 miokardium
Hal-hal yang meningkatkan kebutuhan O2 sampai menimbulkan iskemia harus dicegah atau disesuaikan, misalnya aktivitas, terburu-buru, emosi, kelainan-kelainan ekstrakardial. Klien harus menyesuaikan aktivitas fisik dan psikis dengan kehidupannya serta harus mengubah cara hidupnya.



BAB 2
LANDASAN ASKEP

2.1 PENGKAJIAN
Anamnesa
1) Biodata
Menyerang usia produktif dan usia tua.
2) Keluhan utama
Sesak nafas, nyeri dada.
3) RPS
Klien mengatakan nyeri dada seperti tertekan benda berat hilang timbul pada daerah sternum / substernal yang menjalar ke lengan kiri, serangan bertambah bila melakukan aktivitas, sesak nafas dan nyeri berkurang bila istirahat.
4) RPD
Hipertensi, DM, hiperlipidemia.
5) RPK
Hipertensi, DM.
6) Psikososial
Stress psikologi, tipe kepribadian (tipe A  prefeksionis), emosi labil, terburu-buru, dan kelainan-kelainan ekstakardial.
7) ADL
• Nutrisi
Diet tinggi lemak jenuh kolesterol dan kalori
• Aktivitas
Merokok, gaya hidup kurang gerak
• Eliminasi
Olygoria.
• Personal Hygiene
Kurangnya perawatan diri mandi, berpakaian / berhias, toileting.
2.2 PEMERIKSAAN FISIK
1) Keadaan Umum : sesak nafas, kelemahan, berkeringat.
2) Inspeksi : pusing
3) Leher : distensi vena jugularis
4) Dada : I : Retraksi otot intercostae, palpitasi, dispnea
P : Takikardi, kardomegali
P : Suara paru pekak
A : Bunyi nafas krekels, wheezing, gallop rytme
5) Abdomen : I : Distensi abdomen, bentuk bulat datar
A : Bising usus 37 x/menit
P : nyeri tekan, turgor kulit dalam detik ke-2
P : Suara Hypertympani

6) Ekstermitas
Akral dingin, berkeringat.
2.3 PEMERIKSAAN PENUNJANG
1) EKG : Gelombang T terbalik, depresi segmen ST.
2) Pemeriksaan radiologi : pembesaran ventrikel ST
3) Ekocardiografi
4) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol, trigliserida meningkat.
2.4 Diagnosa Keperawatan (Doengoes, Marilyn E, Many Frances Moorhouse, Alice C, Gisser. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi III. EGC:Jakarta)
2.4.1 Kemungkina Diagnosa yang timbul
1) Nyeri dada berhubungan dengan iscemiocard
2) Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan inotropik akibat iscemia miokard atau efek obat / konduksi elektrikal.
3) Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan ventilasi (nyeri/kelemahan otot).
4) Kurang pengetahuan berhubungan dengan informasi kesalahan interpretasi.
2.4.2 Diagnosa I
1) Tujuan
Nyeri dada berkurang wajah rileks respirasi 12-24x/menit, nadi 80-100 x/menit.
2) Kriteria hasil
Hasil yang diharapkan atau kriteria evaluasi pasien akan :
1) Menyatakan nyeri hilang atau tak ada.
2) Menunjukkan postur tubuh rileks, kemampuan istirahat / tidur dengan cukup.
3) Intervensi
1) Anjurkan klien untuk memberi tahu perawat jika terjadi nyeri dada.
R/ Nyeri dan penurunan curah jantung dapat merangsang saraf simpati untuk mengeluarkan norep rinoprin yang meningkatkan kemajuan penyakit.
2) Kaji dan catat respon pasien
R/ Menurunkan kebutuhan oksigen miokard untuk meminimalkan resiko nekrosis
3) Anjurkan pasien untuk bedrest total selama periode nyeri
R/ Memberikan informasi tentang kemajuan penyakit.
4) Tinggikan kepala tempat tidur bila klien sesak
R/ Memudahkan pertukaran gas untuk menurunkan hipoksia.
5) Pantau irama jantung
R/ Pasien mengalami peningkatan diatrimia yang mengancam hidup secara akut yang terjadi terhadap respon ischemia
6) Pantau tanda vital tiap lima menit
R/ Tekanan darah dapat meningkatkan secara dini sehubungan dengan rangsangan simpatis
7) Pertahankan lingkungan nyaman dan tenang
R/ Stress mental / emosi meningkatkan kerja miokard

8) Berikan O2 sesuai indikasi
R/ Meningkatkan sediaan O2 untuk kebutuhan miokard
9) Berikan obat golongan nitrat dan beta boker.
R/ Obat golongan nitrat mempunyai efek cepat vasodilatasi beta bloken menurunkan kerja miokard.

2.4.3 Diagnosa II
1) Tujuan
- Klien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas
- TD (80-120) mmHg
- RR (12-24) x/menit
2) Kriteria hasil
Hasil yang diharapkan atau kriteria evaluasi klien akan :
1) Melaporkan / menunjukkan toleransi aktivitas
2) Menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas
3) Berpartisipasi dalam aktivitas yang memaksimalkan atau meningkatkan fungsi jantung.
3) Intervensi
1) Pantau / catat kecenderungan frekuensi jantung dan TD khususnya mencatat hipotensi.
R/ Hipotensi dapat terjadi akibat kekurangan cairan, distritmia, gagal jantung / syok
2) Pantau / catat disritmia jantung observasi respon pasien terhadap distritmia, contoh penurunan TD.
R/ Distritmia yang mengancam hidup dapat terjadi sehubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit, iskemia miokardia, atau gangguan pada konduksi elektrikal jantung
3) Observasi perubahan status mental / orientasi / gerakan atau refleks tubuh.
R/ Dapat mengindikasikan penurunan aliran darah atau oksigenasi serebral sebagai akibat penurunan curah jantung
4) Catat suhu kulit / warna, dan kualitas / kesamaan nadi perifer.
R/ Kulit hangat, merah muda dan nadi kuat adalah indikator umum curah jantung adekuat
5) Ukur / catat pemasukan, pengeluaran dan keseimbangan cairan.
R/ Berguna dalam menentukan kebutuhan cairan atau mengidentifikasi kelebihan cairan yang dapat mempengaruhi curah jantung / konsumsi
6) Jadwal istirahat / periode tidur tanpa gangguan. Bantu aktivitas perawatan diri.
R/ Mencegah kelemahan / terlalu lelah dan stress kardiovaskuler berlebihan
7) Pantau program aktivitas, catat respons pasien, tanda vital sebelum / selama / setelah aktivitas, terjadinya disritmia.
R/ Latihan teratur merangsang sirkulasi / tonus kardiovaskuler berlebihan
8) Evaluasi adanya / derajat cemas / emosi
R/ Reaksi emosi berlebihan dapat mempengaruhi tanda vital dan tahanan vaskuler sistemik serta mempengaruhi fungsi jantung
9) Dorong penggunaan tehnik relaksasi contoh napas dalam, aktivitas senggang.
R/ Tehnik relaksasi bertujuan untuk mempengaruhi fungsi jantung
10) Berikan O2 tambahan sesuai indikasi.
R/ Meningkatkan oksigenasi maksimal, yang menurunkan kerja jantung, alat dalam memperbaiki iskemia jantung dan disritmia
2.4.4 Diagnosa III
1) Tujuan
- Respirasi 12-24x/menit
- TD (80-120) mmHg
- Tidak ada sianosis dan pernafasan cuping hidung.
2) Kriteria hasil
Hasil yang diharapkan atau kriteria evaluasi pasien akan :
1) Mempertahankan pola napas normal / efektif bebas sianosis dan tanda / gejala lain dari hipoksia dengan bunyi nafas sama secara bilateral, area baru bersih.
2) Menunjukkan reekspansi lengkap dengan tak ada pneumotorak / hemotorak.
3) Intervensi
1) Evaluasi frekuensi pernapasan dan kedalaman.
R/ Pengenalan dini dan pengobatan ventilasi abnormal dapat mencegah komplikasi
2) Auskultasi bunyi nafas, catat area yang menurun/tak ada bunyi napas dan adanya bunyi tambahan contoh krekels atau ronki.
R/ Krekels atau ronki dapat menunjukkan kaumulasi cairan atau obstruksi jalan napas parsial
3) Observasi karakter batuk dan produksi sputum.
R/ Udara atau cairan pada area pleural mencegah ekspansi lengkap
4) Lihat kulit dan membran mukosa untuk adanya sianosis.
R/ Sianosis menunjukkan kondisi hipoksia sehubungan dengan gagak jantung komplikasi paru
5) Tinggikan kepala tempat tidur, letakkan pada posisi duduk tinggi atau semi fowler.
R/ Merangsang fungsi pernapasan / ekspansi paru
6) Dorong pasien berpartipasi / bertanggung jawab selama latihan napas dalam, gunakan alat bantu (meniup botol) dan batuk sesuai indikasi.
R/ Membantu reekspasi / mempertahankan potensi jalan napas kecil khususnya setelah melepaskan selang dada
7) Dorong pemasukan cairan maksimal dalam perbaikan jantung.
R/ Hidrasi adekuat membantu pengenceran sekret, memudahkan ekspektoran
8) Beri obat analgesik sebelum pengobatan pernapasan sesuai indikasi.
R/ Memudahkan gerakan dada dan menurunkan ketidaknyamanan sehubungan dengan nyeri insisi
9) Catat respons terhadap (latihan napas dalam atau pengobatan pernapasan, catat bunyi napas, batuk / produksi sputum.
R/ Catat keefektifan terapi atau kebutuhan untuk intervensi lebih agresif
10) Berikan tambahan O2 dengan kanula atau masker sesuai indikasi.
R/ Meningkatkan pengiriman O2 ke paru untuk kebutuhan sirkusi khususnya pada gangguan ventilasi
2.4.5 Diagnosa IV
1) Tujuan
Klien dapat memahami tentang kondisi penyakitnya serta kebutuhan terapeutiknya.
2) Kriteria Hasil
Hasil yang diharapkan / kriteria evaluasi pasiean. Pasien akan :
1) Berpartisipasi dalam proses belajar.
2) Melakukan tanggung jawab untuk pembelajaran sendiri.
3) Mulai mencari informasi / mengajukan pertanyaan.
4) Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi / pronosis, dan kebutuhan terapeutik.
3) Intervensi
1) Tinjau program latihan yang ditentukan dan tingkatkan bertahap. Bantu pasien / orang terdekat untuk menyusun tujuan realistis.
R/ Kemampuan individu dan harapannya tergantung pada fungsi jantung dasar, dan kondisi fisik
2) Dorong periode istirahat bergantian dengan aktivitas dan tugas-tugas rngan dengan tugas serta.
R/ Mencegah kelelahan / keletihan berlebihan


3) Observasi TTV tiap 6 jam.
R/ Mendeteksi perkembangan klien
4) Beri penjelasan kepada klien dan keluarga mengenai kondisi penyakit, dan kebutuhan terapeutik klien
R/ Klien lebih kooperatif dengan perawat
5) Lakukan pendekatan kepada klien dan keluarga.
R/ Menimbulkan keakraban dan rasa saling percaya antara perawat, klien dan keluarga
6) Melakukan advice dokter.
R/ Melakukan fungsi interdependence










DAFTAR PUSTAKA



Sjaifoellah Noer. 1996. Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1, Edisi Ketiga. Balai Penerbit. FKUI : Jakarta

Mardiono Masetio. 2001. Buku Ajar Kardiologi. Gaya baru : Jakarta.

Doengoes, Marilyn E, Many Frances Moorhouse, Alice C, gisser. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi III. EGC : JAKarta.

Lynda Juall, Carpenito. 2001. Diagnosa Keperawatan. EGC : Jakarta

C. Long, Barbara. 1996. Perawatan Medikal Bedah II. Ikatan Almuni Pendidikan Keperawatan Pajajaran : Bandung.