SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL KE 50


Kamis, 30 Oktober 2014

SEHAT BANGSAKU SEHAT NEGERIKU


          Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 50 Tahun 2014 yang diperingati pada tanggal 12 November 2014.
         Seperti pada peringatan-peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, setiap peringatan hari kesehatan nasional (HKN) pasti ada tema yang diusung sebagai jargon untuk memotivasi kita tentang pentingnya kesehatan atau target yang akan kita capai dalam hal kesehatan.
       Sebagi insan kesehatan kita tentunya menunggu tema apa yang akan diusung pemerintah untuk menyambut HKN pada tahun 2014 ini, ya... mari kita tunggu saja.
           Sebelum kita bersuka cita menyambut perayaan HKN, kita perlu tahu Hari-Hari Besar apa yang ada di bidang kesehatan baik tingkat nasional maupun tingkat internasional.
Untuk itu marilah kita tilik hari-hari besar tersebut yang antar lain adalah :
1. Tanggal 15 Januari : Hari Kanker Anak Sedunia
2. Tanggal 27 Januari : Hari Kusta Sedunia
3. Tanggal 04 Februari : Hari Kanker Sedunia
4. Tanggal 24 Maret : Hari Tuberkolosis Se- Dunia
5. Tanggal 07 April : Hari Kesehatan Se- Dunia
6. Tanggal 08 April : Hari Anak-anak Balita
7. Tanggal 10 April : Hari Meluas Malaria Se- Dunia
8. Tanggal 11 April : Hari Kanker Tulang
9. Tanggal 17 April : Hari Hemofilia Se- Dunia
10. Tanggal 18 April : Hari Diabetes Nasional
11. Tanggal 22 April : Hari Demam Berdarah
12. Tanggal 24 April : Hari Imunisasi
13. Tanggal 01 Mei : Hari Asma
14. Tanggal 08 Mei : Hari Palang Merah Se- Dunia
15. Tanggal 10 Mei : Hari Lupus Se-Dunia
16. Tanggal 29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
17. Tanggal 31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Se- Dunia
18. Tanggal 17 Juli : Hari Saka Bakti Husada
19. Tanggal 23 Juli : Hari Anak Nasional
20. Tanggal 01 Agustus : Hari Remaja Asia
21. Tanggal 01 - 07 Agustus : Pekan ASI Se- Dunia
22. Tanggal 15 September : Hari Peduli Limfoma se- Dunia
23. Tanggal 16 September : Hari Pangan Nasional
24. Tanggal 17 September : Hari Palang Merah Indonesia
25. Tanggal 24 September : Hari Jantung se- Dunia
26. Tanggal 28 September : Hari Rabies se- Dunia
27. Tanggal 30 September : Hari Hati Sedunia
28. Tanggal 04-12 September : Pekan Peduli Hepatitis B
29. Tanggal 09 Oktober : Hari Penglihatan se- Dunia
30. Tanggal 01 - 07 Agustus : Pekan ASI Se- Dunia
31. Tanggal 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa se- Dunia
32. Tanggal 15 Oktober : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se- Dunia
33. Tanggal 18 Oktober : Hari Menopause se- Dunia
34. Tanggal 20 Oktober : Hari Osteoporosis se- Dunia/Nasional
35. Tanggal 24 Oktober : Hari Dokter Nasional
36. Tanggal 12 November : Hari Kesehatan Nasional (HKN)
37. Tanggal 14 November : Hari Diabetes se- Dunia
38. Tanggal 15 November : Hari Penyakit Paru
39. Tanggal 28 November : Hari menanam Pohon Indonesia
40. Tanggal 01 Desember : Hari AIDS se- Dunia
41. Tanggal 03 Desember : Hari Penyandang Cacat se- Dunia
42. Tanggal 05 Desember : Hari Relawan se- Dunia
43. Tanggal 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
44. Tanggal 22 Desember : Hari Ibu
45. Tanggal 27 Desember : Hari Kesatuan Gerak PKK
46. Tanggal 28 Desember : Hari Kusta se- Dunia
Sumber : Kalender Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2011.

       Itulah hari-hari besar kesehatan yang kita peringati tiap tahun baik ditingkat nasional maupun dunia/internasional.
           Sebelum kita memperingati HKN ke 50 tahun 2014, ada beberapa hari besar kesehatan yang akan kita peringati yaitu seperti terlihat diatas.
          Sebagai bekal kita dalam menyongsong peringatan HKN ke 50 tahun 2014 marilah kita selalu berpola hidup sehat karena sehat adalah masa depan.

Hari Kesehatan Nasional ke-50, Menkes Perhatikan UKS

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi
JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, menyatakan peringatan hari kesehatan nasional ke-50 akan memberi perhatian khusus pada pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Hari kesehatan nasional diperingati setiap 12 November.
“Untuk memperingati hari kesehatan nasional yang kita harapkan mendapat perhatian khusus yakni UKS. Itu ingin kita angkat secara nasional. Kalau bisa seluruh kabupaten/ kota berpartisipasi,” kata Menkes, saat memberi sambutan dalam acara Penghargaan kepada Pemenang Lomba Kesehatan Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2014, di kantor Kemenkes, Senin (18/8).
Nafsiah berharap dalam peringatan tersebut terdapat suatu kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di UKS. Untuk itu, pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/ kota dan kecamatan untuk mendukung.
Sekolah diminta bekerja sama dengan pemerintah atau pihak swasta untuk melakukan pemeriksaan kepada para siswa di UKS.
“Diupayakan kegiatan pemeriksaan mata, gigi, dan telinga, sebagai upaya untuk memberikan sesutu kepada anak-anak kita. Supaya anak-anak yang ada gangguan mata bisa mendapat kacamata,” imbuhnya.
Nafsiah bercerita beberapa waktu lalu dia diundang Kapolda Metro Jaya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan mata kepada anak-anak.
“Saya hampir nangis, ternyaata ada anak SD yang minus 12, mungkin terlalu dekat dengan televisi atau main game. Tapi penglihatannya sudah sangat terganggu bagaimana dia mengikuti kegiatan pembelajaran,” jelasnya.
Dalam hari kesehatan nasional dia ingin menekankan pentingnya peran UKS bagi kesehatan siswa. Melalui UKS, dimulai dari guru dan tenaga kesehatan secara sitsematis dan teratur mengajak dan mengajar anak didik untuk berperilaku hidup yang menyehatkan.
“Mungkin saat itu (12 November) saya bukan menteri tapi kalau ada yang melakukan saya apresisasi dan kalau tidak ada yang melakukan saya hantui,” guraunya.

Senin, 27 Oktober 2014

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Hari Kesehatan Nasional Ke-50 Tahun 2014 Kabupaten Lamongan

baliho

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 yang jatuh pada tanggal 12 Nopember, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mengeluarkan jadwal kegiatan.
Rangkaian kegiatan peringatan HKN diawali pada tanggal 13-16 Oktober 2014 dengan mengadakan lomba Tenaga Kesehatan Teladan, dengan puncaknya pada tanggal 12 Nopember 2014 diadakan upacara di alun alun Kabupaten Lamongan.
Berikut susunan rangkaian kegiatan peringatan HKN ke-50 Kabupaten Lamongan :
NO
Tanggal
Jenis Kegiatan / Lomba
Koodinator
1
13 – 16 Okt 2014
Tenaga Kesehatan TeladanSiti Nurkasanah, SKM., MKes.
2
27 Okt – 8 Nop 2014
Web Blog KesehatanIsmail, SKM.,MM.Kes.
3
29 Okt 2014
Kreasi Mug Pesan GiziYudha Titi Lestyorini, SKM.,MM.Kes
4
9 Nopember 2014
Jalan SehatBudi Wignyo, S.Kep. Ners.
5
10 Nopember 2014
Paduan SuaraDrg. Yulita Dwi Poraktati
6
11 Nopember 2014
KaraokeDrg. Yulita Dwi Poraktati
7
11 Nopember 2014
Joget/Goyang MorenaDrg. Yulita Dwi Poraktati
8
Okt – Nop 2014
Kecamatan SehatWatik Aprilijanti, SKM.
9
Okt – Nop 2014
Ponkesdes TerbaikAbd Qodir, S.Kep.Ners.
10
Bakti SosialPanitia HKN
11
12 Nopember 2014
Pameran X BannerIsmail, SKM.,MM.Kes.
12
12 Nopember 2014
Upacara HKNPanitia HKN

50 tahun Hari Kesehatan Nasional

bung karno semprot malaria

Menilik kembali ke belakang pada era 50-an, penyakit malaria merupakan penyakit rakyat yang terbanyak penderitanya dan berjangkit di seluruh Indonesia. Ratusan ribu jiwa mati akibat malaria yang sebenarnya, melalui penyelidikan dan pengalaman penyakit malaria di Indonesia dapat dieliminasi. Oleh karena itu pemerintah melakukan usaha pembasmian malaria (malaria eradication) yang berarti melenyapkan malaria dari penjuru tanah air. Untuk mencapai hal tersebut, pada tahun 1959 dibentulah Dinas Pembasmian Malaria yang pada bulan Januari 1963 dirubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM). Pembasmian malaria ditangani secara bersama oleh pemerintah, WHO, USAID dan direncanakan pada tahun 1970 malaria akan hilang dari bumi Indonesia. Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan obat baru yaitu DDT, dengan penyemprotan secara masal rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali dan Lampung.
Penyemprotan secara simbolis dilakukan oleh Bung Karno selaku Presiden RI pada tanggal 12 November 1959 di desa Kalasan, sekitar 10 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Selanjutnya, kegiatan tersebut dibarengi dengan kegiatan pendidikan atau penyuluhan kepada masyarakat. 5 tahun kemudian, kurang lebih 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria.
Sehingga pada tanggal 12 November 1964, keberhasilan pemberantasan malaria diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang pertama. HKN diperingati setiap tahun sebagai pendorong untuk meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat.
Di era Pelita I yang dimulai tahun 1969-1974, perkembangan kesehatan nasional masih memprihatinkan. Ditemukan fakta bahwa, dari 1000 bayi yang lahir hidup setiap tahun, 125 –150 meninggal sebelum berumur 1 tahun.
Dilain pihak, sejarah keberhasilan penyakit cacar misalnya- menjadi pelajaran berharga dalam sejarah pemberantasan penyakit menular. Vaksin kering yang dibuat oleh Prof. Dr. Sardjito mudah dibagikan ke sejumlah daerah di Indonesia, sehingga berhasil melakukan pencacaran.
Pada Pelita II, berbagai masalah kesehatan masih banyak dijumpai. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk tercapainya ketersediaan sarana, tenaga pelayanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, mengurangi jumlah penderita penyakit dan menekan timbulnya wabah penyakit. Meningkatkan perbaikan gizi, ketersediaan sarana sanitasi dan pengembangan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan keluarga sejahtera.
Pada Pelita III (1978-1983) masih tetap memperihatinkan. AKI dan AKB masih tinggi. Namun demikian, program KB pada era ini ternyata mencapai kemajuan yang sangat signifian. Sejarah mencatat bahwa program KB berhasil mencapai akseptor 12,8 juta. Tingkat kesuburan turun, angka kelahiran turun dari 2,7% sebelum KB diluncurkan menjadi 2%.
“Keberhasilan program KB di Indonesia merupakan kisah sukses dalam sejarah keluarga berencana di dunia.” –dikutip dalam salah satu edisi ‘Population’. Di era ini juga dimulainya Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD), Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan.
Di era ini juga dimulainya Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD), Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan.
Di tahun 1993, gebrakan untuk Larangan Merokok mulai digalakkan. Produsen rokok harus mencantumkan tulisan bahaya merokok di kemasan produknya. Pembangunan kesehatan juga menentang stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Pada tahun ini obat Generik diperkenalkan agar masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan obat.
Gizi masyarakat ditingkatkan melalui berbagai program seperti GAKI Iodium, Tablet tambah darah untuk Anemia Gizi Besi, Pemberian Kapsul Vit A dan Energi Protein.
Pekan Imunisasi Nasional di tahun 1995 menjadi sebuah program nasional yang meraih kesuksesan dalam penggerakan masyarakat. Upaya ini dimaksudkan agar anak Indonesia terbebas dari polio.
Tahun 1998 hingga 2009 merupakan Era Paradigma Sehat. Terkait dengan Visi Indonesia Sehat 2010, yang dimaknai dengan perubahan cara berfikir dari makna kesehatan yang semula diarahkan bagaimana menyembuhkan orang sakit, menjadi berfiir bagaimana sehat mental, fisik, spiritual, lingkungan dan faktor pendukung lain; itu berarti masyakat mampu untuk menceegah penyakit. Hal ini memiliki konsekuensi bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampak terhadap bidang kesehatan, memberikan kontribusi positif dan tidak merugikan manusia yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat.
Periode 2005- 2014, pembangunan kesehatan telah sejalan dengan visi kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Untuk mewujudkan visi kabinet tersebut, Kemenkes telah merumuskan visi, misi, nilai-nilai, strategi, sasaran serta program prioritasnya.
Berbagai program dicanangkan antara lain: Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkeskas); Desa Siaga, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dilaksanakan juga berbagai penanganan seperti: Flu Burung, Imunisasi, DTPK, PDBK dan Eradikasi Polio.
Berkat pelaksanaan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan selama beberapa dasawarsa, maka derajat kesehatan masyarakat Indonesia meningkat. Namun masih terdapat disparitas bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.
Oleh karena itu, visi Kemenkes tahun 2010 – 2014 adalah “Mewujudkan Masyarakat yang Mandiri dan Berkedaulatan.” Sedangkan fokus pembangunan kesehatan adalah meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu.
Hal yang patut dibanggakan bagi masyarakat Indonesia adalah pada tahun 2014 telah mendapatkan sertifiat Bebas Polio dari WHO. Hal ini adalah kedua kalinya badan dunia tersebut memberikan sertifiat setelah sebelumnya Indonesia telah bebas penyakit cacar pada tahun 1974.
Banyak tantangan yang harus dihadapi, namun bukan berarti tidak bisa kita lalui. Pengalaman dalam melaksanakan pembangunan kesehatan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja di masa depan.
Perlu dukungan seluruh jajaran kesehatan, baik di tingkat pusat maupun di daerah, masyarakat, serta dunia usaha. Koordinasi, sinkronisasi dan sinergisme sangat penting untuk mewujudkan implementasi pembangunan kesehatan yang diharapkan.
baliho

Prosedur Tetap Surat Terdaftar dan Surat Ijin Pengobat Tradisional


battraProsedur Tetap Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT)
  1. Dasar Hukum
Kepmenkes RI No. 1076 / Menkes / SK / VII/ 2003, tentang penyelenggaraan Pengobatan Tradisional.
  1. Persyaratan yang harus dipenuhi pemohon.
  1. Pemohon Baru
  1. Pengobat Tradisional ( Battra ) mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan melalui bagian Pessat ( Pelayanan Satu  Atap ) dengan dilengkapi persyaratan :
  1. Biodata Pengobat Tradisional
  2. Foto copy KTP / paspor untuk TKA
  3. Surat keterangan sehat dari Dokter
  4. Surat keterangan Kepala Desa tempat melakukan pekerjaan sebagai pengobat tradisional
  5. Surat pengantar Puskesmas setempat
  6. Peta lokasi usaha dan denah ruangan
  7. Foto copy ijasah pendidikan formal terkahir
  8. Rekomendasi dari Asosiasi / organisasi profesi dibidang pengobatan tradisional yang bersangkutan
  9. Foto copy sertifikat / Ijasah pengobat tradisional
  10. Pas foto berwarna ukuran 4 X 6 cm = 2 ( dua ) lembar
  11. Rekomendasi Kejaksaan bagi Battra  klasifikasi Supranatural dan Kantor Departemen Agama Kabupaten Lamongan bagi klasifikasi pendekatan agama.

  1. Surat pemeriksaan setempat untuk memeriksa lokasi tempat praktek Battra dan kelengkapannya.
  2. Berita acara pemeriksaan setempat sebagai bahan petimbangan penundaan atau pemberian surat terdaftar pengobat tradisional.
  3. Penerbitan surat terdaftar pengobat tradisional bagi Battra yang telah memenuhi persyaratan yang ada.

  1. Perpanjangan
  1. Pengobat tradisional mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan melalui bagian Pessat dengan dilengkapi persyaratan.
  1. Biodata pengobat tradisional
  2. Foto copy STPT yang lama
  3. Foto copy kunjungan penderita selama 1 tahun terakhir.
  4. Surat keterangan tidak ada perubahan
  1. Surat pemeriksaan setempat untuk pemeriksaan lokasi tempat praktek Battra dan kelengkapannya.
  2. Berita acara pemeriksaan setempat sebagai bahan pertimbangan penundaan atau pemberian Surat Terdaftar Pengobat Tradisional
  3. Penerbitan Surat Terdaftar Pengobat Tradisional  bagi Battra yang telah memenuhi persyaratan yang ada.

Prosedur Tetap Surat Ijin Pengobat Tradisional (SIPT)
  1. Dasar Hukum
Kepmenkes RI No. 1076 / Menkes / SK / VII/ 2003, tentang penyelenggaraan Pengobatan Tradisional.
  1. Persyaratan yang harus dipenuhi pemohon.
    1. Pemohon Baru
  2. Pengobat Tradisional ( Battra ) mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan melalui bagian ( Pelayanan Satu Atap ) dengan dilengkapi persyaratan :
  1. Biodata Pengobat Tradisional
  2. Foto copy KTP / paspor untuk TKA
  3. Surat keterangan Kepala Desa tempat melakukan pekerjaan sebagai pengobat tradisional
  4. Surat pengantar Puskesmas setempat
  5. Surat keterangan sehat dari Dokter
  6. Peta lokasi usaha dan denah ruangan
  7. Rekomendasi dari Asosiasi / organisasi profesi dibidang pengobat tradisional yang bersangkutan
  8. Foto copy sertifikat / Ijasah pengobat tradisional
  9. Pas foto berwarna ukuran 4 X 6 cm =  2 ( dua ) lembar
  10. Rekomendasi Kejaksaan bagi Battra Klasifikasi supranatural dan Kantor Departemen Agama Kabupaten Lamongan bagi Battra Klasifikasi pendekatan agama.

  1. Surat pemeriksaan setempat untuk pemeriksaan lokasi tempat praktek Battra dan kelengkapannya.
  2. Berita acara pemeriksaan setempat sebagai bahan pertimbangan penundaan atau pemberian Surat Ijin Pengobat Tradisional
  3. Penerbitan Surat Ijin Pengobat Tradisional  bagi Battra yang telah memenuhi persyaratan yang ada.
  1. Perpanjangan
1. Pengobat tradisional pengajuan permohonan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten   Lamongan melalui bagian Pessat dengan dilengkapi persyaratan.
  1. Biodata Pengobat Tradisional
  2. Foto copy SIPT lama
  3. Foto copy KTP / paspor untuk TKA
  4. Surat pengantar dari Puskesmas setempat
  5. Surat keterangan sehat dari Dokter
  6. Surat keterangan Kepala Desa tempat melakukan pekerjaan sebagai pengobat tradisional
  7. Rekomendasi dari Asosiasi / organisasi profesi dibidang pengobat tradisional yang bersangkutan
  8. Foto copy data kunjungan penderita selama 1 ( satu ) tahun terakhir
  9. Pas foto berwarna ukuran 4 X 6 cm =  2 ( dua ) lembar

2. Surat pemeriksaan setempat untuk pemeriksaan lokasi tempat praktek Battra dan kelengkapannya.
3.  Berita acara pemeriksaan setempat sebagai bahan pertimbangan penundaan atau pemberian Surat Ijin Pengobat Tradisional ( SIPT )
4. Penerbitan Surat Ijin Pengobat Tradisional  bagi Battra yang telah memenuhi persyaratan yang ada

Minggu, 29 Juni 2014

Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam

A.     Latar Belakang Masalah 


Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.
Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.
Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin. Perlunya kita memperhatikan lingkungan dan menjaga kelestarian tidak hanya terjadi akibat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, adapun faktor-faktor lain yang merusaka lingkungan hidup sebagai berikut.

B.      Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Proses Alam dan Kegiatan Manusia
1.      Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
     Kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya.




2.      Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
    Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam. Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai bentuk seperti pencemaran, pengerukan, penebangan hutan untuk berbagai keperluan, dan sebagainya.



C. Perlunya Keseimbangan Lingkungan Terhadap Jumlah Pertambahan Kependudukan
Meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak, dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas, seringkali kearifan lingkungan yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah, ragam dan mutunya. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali sehingga dapat merusak keseimbangan lingkungan hidup.




D.  Solusi untuk mengatasi akibat dari pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam
Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut.
1.       Bidang Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :
a.    Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b.    Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan memberikan  hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c.    Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil dapat tumbuh subur kembali.
d.    Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
e.    Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.






2.  Bidang Pertanian
a.    Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b.    Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
c.    Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
d. Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.




3.  Bidang Industri
a.    Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
b.    Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami lahan atau halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
c.    Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d.    Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, best, dan sebagainya. Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas, keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
e.    Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
f.     Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.






4.   Bidang Perairan
a.    Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.
b.    Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
c.    Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan harus dilarang.
d. Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.


5.     Flora dan Fauna
      Untuk menjaga kepunahan flora dan fauna langka, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain :
a.    Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b.    Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.


6.    Perundang-undangan
    Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.