SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL KE 50


Rabu, 30 Oktober 2013

Lansia Meramaikan Hari Kesehatan Nasional di Lamongan

Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB)


Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan salah satu penyakit
menular yang tersebar di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan
masyarakat, karena angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, bahkan
pada tahun 1993 WHO mencanangkan TBC sebagai kedaruratan global
(global emergency). Berdasarkan data Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT) tahun 1995, TBC merupakan penyebab kematian ketiga terbesar
setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan, dan
merupakan nomor satu terbesar dalam penyakit kelompok infeksi. Data
WHO (1999) menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan ketiga di
dunia sebagai negara penyumbang kasus TBC tertinggi setelah India dan
China, dan posisi ini belum berubah sampai akhir tahun 2005.
Hasil survei prevalensi (2004), setiap tahun di Indonesia terdapat
245.000 penderita baru dengan jumlah TBC menular dengan Basil Tahan
Asam Positif (BTA +) sejumlah 107.000 kasus, dan kematian yang
disebabkan TBC sekitar 46.000 kasus. TBC menyerang sebagian besar
kelompok usia produktif, ekonomi lemah, dan pendidikan rendah.
Penderita TBC terus meningkat oleh karena setiap satu penderita TBC
BTA positif akan menularkan 10-15 orang lain setiap tahunnya, sehingga
perlu adanya upaya penanggulangan secara optimal, terpadu dan
menyeluruh.

MCK Sehat: Undang Kembali Bidadari ke Bumi


fannyApakah semua tau cerita tentang Jaka Tarub? Jaka Tarub adalah seorang pemuda desa yang menikah dengan Bidadari cantik bernama Nawang Wulan. Meskipun Nawang Wulan seorang bidadari, tetapi mereka tidak bertemu di kahyangan, di rumah makan apalagi di mall. Tetapi mereka bertemu di sungai. Saat itu 7 Bidadari termasuk Nawang Wulan sedang mandi. Bisakah teman-teman membayangkan 7 bidadari cantik mandi di sungai? Namun, kenapa saya tidak bisa membayangkan itu terjadi jaman sekarang ya? Apalagi jika kondisi sungainya seperti Citarum, Cikapundung atau Ciliwung. Mengapa? Karena kondisi sungai-sungai tersebut saat ini sangat memprihatikan.
Padahal, sungai selaku sumber air baku, sangat penting fungsi-nya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan sebagai sarana utama dalam menunjang pembangunan nasional. Fungsi sungai lainnya diantaranya sebagai sarana transportasi yang relatif aman sebagai penghubung antara daerah satu dengan daerah lainnya, irigasi sungai, obyek wisata, tempat hidup berbagai jenis ikan dan masih banyak lagi.
Namun, rendahnya kesadaran masyarakat ditambah padatnya penduduk di bantaran sungai mengakibatkan sungai semakin parah tercemar. Misalnya, di Sungai Cikapundung. Masyarakat di sepanjang sungai tersebut sebagian besar masih menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah. Baik secara langsung atau melalui pipa yang menjulur dari dapur atau WC mereka. Belum lagi masalah sampah. Contohnya bungkus produk makanan dari kertas, kaleng, styrofoam dan plastik, bekas produk seperti sepatu, sandal dan pakaian, bahkan sampai kasur bekas! Sampah dari Sungai Cikapundung akan berkumpul di muara sungai. Dan masuk ke aliran Sungai Citarum, bertemu dengan sampah dari sungai-sungai lain. Tidak heran, jika sampah di Sungai Citarum dihitung jumlahnya bisa sama dengan sampah di TPA.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai, memang memprihatinkan, termasuk di kota besar yang masyarakatnya sudah banyak yang terpelajar. Berdasarkan data dari BPLHD Jawa Barat, sekitar 85% masyarakat Kota Bandung belum memiliki septic tank. Ditambah berdasarkan data dari Koran Kompas pada Jumat, 22 Maret 2013, 100 juta warga Indonesia ternyata belum memiliki sarana MCK yang memadai. Sehingga, kotoran langsung dibuang ke sungai.
Jika sungai tercemar, kita semua yang akan merasakan dampaknya. Pesatnya perkembangan penduduk tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap air bersih, tapi juga meningkatnya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Daerah bantaran sungai yang seharusnya menjadi daerah resapan air (water catcher) dengan ditanaminya pohon-pohon, telah beralih fungsi menjadi pemukiman warga. Dan ternyata, 49 sungai di kota Bandung telah tergolong krisis. Kenapa? Karena siklus sungai selaku pemasok air dengan volume terbanyak, telah terganggu oleh manusia.
Nah, adakah yang bisa kita lakukan bersama untuk mengatasi persoalan ini? Untuk menunjukkan keprihatinan kita akan masalah krisis sungai,  tidak perlu dengan kemarahan, kekecawaan, atau saling tuding dengan orang lain karena itu semua tidak akan mengubah apapun. Jika kita ingin melakukan perubahan, misalnya untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber air baku, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memiliki sarana MCK yang sehat dan memadai dengan sanitasi yang baik.
Ada lagi hal sederhana, yang bisa kita lakukan untuk membuat perubahan bagi lingkungan, yakni dengan perilaku sehat. Siapa yang harus menerapkan perilaku sehat ini? Tidak perlu tengok kiri kanan, tunjuk depan belakang tapi tunjuklah orang yang pertama kali kalian lihat saat bercermin. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menerapkan perilaku sehat, diantaranya :
  1. Mencuci tangan dengan sabun. Mengapa kita harus mencuci tangan pakai sabun? Tangan adalah organ tubuh yang paling sering bersentuhan dengan bakteri. Jika bakteri masuk melalui mulut kita, pasti kita akan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, cuci tangan pakai sabun adalah hal paling effektif untuk menghilangkan bakteri.
  2. Membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya.
  3. Menyiram MCK setelah digunakan  baik lantai maupun klosetnya.
  4. Menghemat penggunaan air dan listrik
  5. Membersihkan WC minimal 3 hari sekali
bidadariDengan perilaku sehat ini, secara tidak langsung kita sudah membantu menyelamatkan sungai sebagai sumber baku air.

Pemilahan Sampah, Kunci Awal Pengelolaan Sampah Berwawasan Lingkungan

Ajak Masyarakat Bangkit dan Peduli Sehat dengan Merayakan HKN ke 49


Dinas Kesehatan Lamongan terus berupaya mengajak warganya untuk mengatur pola hidup sehat. Berbagai program dan sosialisasi terus digalakkan, salah satunya melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 49, dengan menggelar 15 perlombaan yang berhubungan dengan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Fida Nuraida menyebutkan, kalau peringatan HKN tahun 2013 kali ini dibuat lebih semarak, setidaknya sudah ada 15 kegiatan yang tercantum dalam agenda panitia HKN.
Dari 15 kegiatanpun beragam, mulai dari kegiatan sosial, olahraga, edukasi, sosialiasi, hingga mendorong para pelaku dan kader untuk selalu berinovasi dalam bekerja.
Kegiatan tersebut sudah dijalankan mulai awal Oktober lalu Dinkes sudah membuka perlombaan untuk membuat Blog yang ada hubungannya dengan kesehatan, pesertanya juga selain dari internal dinas kesehatan juga terdapat dari pelaku kesehatan berbagai profesi di Lamongan.
Pada 6-29 dilakukan kegiatan Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB), disusul dengan kegiatan dan upaya meneguhkan kesadaran warga untuk bebas dari buang air besar sembarangan atau dalam istilah (ODF), kegiatan ini dimulai pada 16-24 Oktober.
Dalam ODF ini lanjut Fida, pihak Dinkes mempuyai target kedepanya dalam jangka pendek untuk membebaskan 60 dari 472 desa/kelurahan bebas dari buang air besar sembarangan (BAP).
Untuk khusus 2013 ini, Dinkes menargetkan 15 desa ata keluarahan, dan hingga bulan Oktober ini setidaknya sudah ada 18 desa/kelurahan yang sudah bersertifikat dan bebas dari ODF.”Yang sudah bersertifikat sudah ada 18 desa/kelurahan dan sisanya akan terus diupayakan pada tahun ini,”katanya.
Kegiatan ini terus digalakkan, karena sebagian besar warga di Lamongan kesadaran untuk mempunyai jamban sendiri masih rendah. Untuk itu mementuk HKN ini Dinkes mencoba untuk melakukan sosialisasi kepada warga akan pentingnya jambanisasi.
Untuk mewujudkan jambanisasi dan bebas dari buang air besar sembarangan, Dinkes juga menggandeng dengan HIPPAM. “Untuk mewujudkan desa bebas dari buang air besar sembarangan, kami menggandeng pihak ketiga untuk pendanaan,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan lainya masih dalam rangka semarak HKN adalah, lomba cipta menu PMT yang diikuti oleh 62 kader dari 31 puskesmas di Lamongan, disusul dengan lomba ibu hamil cerdas pada 23 Oktober,pemilihan tenaga kesehatan akan dihelat pada 28-31 Oktober, dan disusul Tenis Meja (21-22), Catur (28-29), peduli lansia (29/10), Futsal (9/11), jalan sehat (3/11) UKS dan UKGS sikat gigi massal akan dihelat pada (7/11), pada (14/11) akan diadakan bahkti sosial ke panti asuhan dan dilanjutkan pada 12 Nov upacara HKN, selengkapnya baca grafis.
Semua kegiatan tersebut, pihak Dinkes berharap keikusertaan keluarga besar Dinas Kesehatan dari berbagai profesi, serta masyarakat umum. “Kalau ada masyarakat umum yang belum mengetahui informasi ini untuk segera berhubungan dengan dinas kesehatan,”imbuh wanita yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Dr Soegiri ini. jr
- See more at: http://suaralamongan.blogspot.com/2013/10/ajak-masyarakat-bangkit-dan-peduli.html#.UnBi4lLZS8A