MOH DWI FAHRUDIN

( MOH DWI FAHRUDIN ) JL. KUSUMA BANGSA 7A LAMONGAN, JAWA TIMUR, HP: 085645040345

Jumat, 19 Juni 2009

Myoma Uteri

A.Pengertian
Myoma Uteri adalah : neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus yang disebut juga dengan Leiomyoma Uteri atau Uterine Fibroid.
Myoma Uteri umumnya terjadi pada usia lebih dari 35 tahun. Dikenal ada dua tempat asal myoma uteri yaitu pada serviks uteri (2 %) dan pada korpus uteri (97%), belum pernah ditemukan myoma uteri terjadi sebelum menarche.

B.Etiologi
Walaupun myoma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti, namun dari hasil penelitian Miller dan Lipschlutz dikatakan bahwa myoma uteri terjadi tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada “Cell Nest” yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen.

C.Lokalisasi Mioma Uteri
1.Mioma intramural ; Apabila tumor itu dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus.
2.Mioma Submukosum ; Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu.
3.Mioma Subserosum ; Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus.

D.Komplikasi
1.Pertumbuhan leimiosarkoma.
Mioma dicurigai sebagai sarcoma bila selama beberapa tahun tidak membesar, sekonyong – konyong menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause
2.Torsi (putaran tangkai)
Ada kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. Kalau proses ini terjadi mendadak, tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomenakut.
3.Nekrosis dan Infeksi
Pada myoma subserosum yang menjadi polip, ujung tumor, kadang-kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan dari vagina, dalam hal ini kemungkinan gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan infeksi sekunder.
Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
(Dikaitkan dengan patofisiologi, insiden dan prognosis penyakit)

E.Pemeriksaan Diagnostik
1.Pemeriksaan Darah Lengkap : Hb: turun, Albumin : turun, Lekosit : turun / meningkat, Eritrosit : turun
2.USG : terlihat massa pada daerah uterus.
3.Vaginal Toucher : didapatkan perdarahan pervaginam, teraba massa, konsistensi dan ukurannya.
4.Sitologi : menentukan tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma tersebut.,
5.Rontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi.
6.ECG : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi, yang dapat mempengaruhi tindakan operasi.

F.Cara Penanganan Mioma Uteri
Indikasi mioma uteri yang diangkat adalah mioma uteri subserosum bertangkai. Pada mioma uteri yang masih kecil khususnya pada penderita yang mendekati masa menopause tidak diperlukan pengobatan, cukup dilakukan pemeriksaan pelvic secara rutin tiap tiga bulan atau enam bulan. Adapun cara penanganan pada myoma uteri yang perlu diangkat adalah dengan pengobatan operatif diantaranya yaitu dengan histerektomi dan umumnya dilakukan histerektomi total abdominal. Tindakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama Total Abdominal Histerektomy and Bilateral Salphingo Oophorectomy (TAH-BSO). TAH–BSO adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus, serviks, kedua tuba falofii dan ovarium dengan melakukan insisi pada dinding, perut pada malignan neoplasmatic desease, leymyoma dan chronic endrometriosis (Tucker, Susan Martin, 1998).

G.Diagnosa Keperawatan
1.Gangguan eliminasi urin (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasm pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
2.Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot
3.Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak, perubahan dalam masalah kewanitaan, akibat pada hubungan seksual.
4.Resiko tinggi syok hipovolemik berhubungan dengan terjadinya perdarahan yang berulang-ulang.
5.Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.
H.Perencanaan keperawatan.
Diagnosa Keperawatan
Perencanaan Keperawatan

Tujuan dan criteria hasil
Intervensi
Rasional
Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot dan system saraf akibat penyempitan kanalis servikalis oleh myoma
Klien dapat mengontrol nyerinya dengan criteria hasil mampu mengidentifikasi cara mengurangi nyeri, mengungkapkan keinginan untuk mengontrol nyerinya.
1.Observasi adanya nyeri dan tingkat nyeri.
2.Ajarkan dan catat tipe nyeri serta tindakah untuk mengatasi nyeri
3.Ajarkan teknik relaksasi

4.Anjurkan untuk menggunakan kompres hangat
5.Kolaborasi pemberian analgesik
Memudahkan tindakan keperawatan

Meningkatkan persepsi klien terhadap nyeri yang dialaminya.
Membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan klien
Meningkatkan kenyamanan klien

Mengurangi nyeri
Gangguan eliminasi urine (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasma pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
Pola eliminasi urine ibu kembali normal dengan criteria hasil ibu memahami terjadinya retensi urine, bersedia melakukan tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan retensi urine.
1.Catat pola miksi dan monitor pengeluaran urine
2.Lakukan palpasi pada kandung kemih, observasi adanya ketidaknyamanan dan rasa nyeri.
3.Anjurkan klien untuk merangsang miksi dengan pemberian air hangat, mengatur posisi, mengalirkan air keran.
Melihat perubahan pola eliminasi klien

Menentukan tingkat nyeri yang dirasakan oleh klien

Mencegah terjadinya retensi urine
Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak, perubahan dalam masalah kewanitaan, akibat pada hubungan seksual.

Konsep diri klien tidak mengalami gangguan dengan criteria hasil menerima keadaan dirinya, menyatakan bersedia untuk dilakukan tindakan termasuk tindakan pembedahan
1.Beritahu klien tentang siapa saja yang bisa dilakukan histerektomi dan anjurkan klien untuk mengekpresikan perasaannya tentang histerektomi
2.Kaji apakah klien mempunyai konsep diri yang negatif.
3.Memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya mengenai tindakan pembedahan dan pengaruhnya terhadap diri klien
4.Ciptakan lingkungan atau suasana yang terbuka bagi klien untuk membicarakan keluhan-keluhannya.
Mengurangi kecemasan dan meningatkan harga diri klien


Identifikasi kekuatan dan kelemahan klien

Mengurangi kecemasan



Meningkatkan harga diri klien dan berperan aktif dalam perencanaan perawatan bagi diri klien

Daftar Pustaka

Bagian Obstetri & Ginekologi FK. Unpad. 1993. Ginekologi. Elstar. Bandung

Carpenito, Lynda Juall, 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. EGC. Jakarta

Galle, Danielle. Charette, Jane.2000. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. EGC. Jakarta

Hartono, Poedjo. 2000. Kanker Serviks/Leher Rahim & Masalah Skrining di Indonesia. Kursus Pra kongres KOGI XI Denpasar. Mimbar Vol.5 No.2 Mei 2001

…………….2001. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Maternitas TA : 2000/01 PSIK.FK. Unair, Surabaya

Saifidin, Abdul Bari,dkk. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo & JNKKR-POGI. Jakarta
Lembar Pengesahan

ASUHAN KEPERAWATAN IBU DENGAN MYOMA UTERI
DI POLI KANDUNGAN RSUD DR. SOETOMO SURABAYA
13 MARET 2002



Oleh :


Subhan
NIM 010030170 B





Mengetahui

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik



= Dwi Purwanti, SKp. = = N.K. Sriyuningsih, SH, Amd.Keb =
NIP. NIP.
Nama Mahasiswa : Subhan
NIM : 010030170 B

ASUHAN KEPERAWATAN IBU DENGAN MYOMA UTERI DI
POLI KANDUNGAN RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
Tanggal 21 Maret 2002

I.PENGKAJIAN
Tanggal masuk : 13 Maret 2002 Jam : 08.00
Ruang : Poli Hamil I Kmr. : No. 2
Pengkajian Tgl. : 13 Maret 2002 Jam : 10.15 Wita

A.IDENTITAS
Nama Pasien
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Status Perkawinan
: Ny. S.D
: 34 thn
: Jawa/Indo.
: Islam
: SMA
: IRT
: Gersikan II/1 Sby
: Kawin
Nama Pasien
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

: Ny. E.K
: 37 thn
: Jawa/Indo.
: Islam
: SMA
: Sopir
: Gersikan II/1 Sby


B.RIWAYAT KEPERAWATAN
1.Riwayat Obstetri
Riwayat Menstruasi :
Menarche : Umur 14 tahun Siklus : teratus tiap bulan
Banyaknya : Banyak Lamanya : ± 5 hari
Disymenorrhoe : Tidak HPHT : 24 Juni 2001
Keluhan : Nyeri pinggang, keluar lendir warna putih.
Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu :

Anak Ke
Kehamilan
Persalinan
Komplikasi Nifas
Anak

No

Thn
Umur kehamilan

Penyulit

Jenis

Peno long

Penyulit

Lase-rasi

Infeksi

Perdarahan

Jenis

BB
(kg)

PB
1

1998

9 bln

Tdk ada
Spon
tan

Dokter


Kembar

Tdk ada

Td k ada

Tdk ada

Laki-laki
2,2

Lupa
1

1998

9 bln

Tdk ada
Spon
tan

Dokter


Kembar

Tdk ada

Td k ada

Tdk ada

Laki-laki
2,3

Lupa

Kehamilan Sekarang :
Diagnosa : G2 P10002
Imunisasi : TT1 sudah; TT2 sudah
ANC : 2 kali
Keluhan selama Hamil : Mual dan muntah pada trimester pertama, pusing bila bangun dari duduk atau tiduran, saat ini sering nyeri pinggang dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan bengkak pada kedua kaki.
Pengobatan selama hamil : tidak ada
Pergerakan janin dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan
Rencana perawatan bayi : sendiri.
Kesanggupan dan pengetahuan dalam merawat bayi :
Breast care : Ya
Perineal care : Ya
Nutrisi : Ya
Senam Nifas : Ya
KB : Ibu belum mengetahui tentang jenis-jenis KB yang baik selama menyusui
Menyusui : Ya
Riwayat Keluarga Berencana :
Tidak pernah ikut KB.
Riwayat Kesehatan :
Penyakit yang pernah dialami ibu : tidak ada
Pengobatan yang didapat : tidak ada
Riwayat penyakit keluarga : tidak ada keluarga yang menderita DM, jantung, hipertensi, dan gemelli
Riwayat Lingkungan :
Menurut pasien lingkungan sekitar rumah dan di dalam rumah bersih dan bebas dari bahaya
Aspek Psikososial :
Persepsi ibu terhadap kehamilannya adalah merupakan harapan ia dan suaminya sehingga harus diperhatikan. Namun ibu merasa kuatir/cemas bila persalinan nanti dilakukan melalui tindakan operasi.
Kehamilan saat ini menimbulkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari yaitu tidak bias bekerja seperti biasa karena cepat lelah dan perut yang membesar tidak memungkinkan ibu untuk bergerak secara bebas.
Harapan selama kehamilan tidak terjadi komplikasi seperti perdarahan dan nantinya lahir dengan selamat secara spontan.
Ibu tinggal dengan suami dan kedua anaknya. Orang yang terpenting adalah kedua anaknya.
Kesiapan mental ibu sudah betul-betul dipersiapkan.
Kebutuhan Dasar Khusus
1.Pola nutrisi
Frekuensi makan : 3 x sehari kadang 4 kali. Nafsu makan baik, jenis makanan rumah : nasi, lauk pauk, buah-buahan dan kadang susu. Tidak ada makanan yang tidak disukai atau alergi ataupun pantangan.
2.Pola eliminasi
BAK sering 4-6 kali sehari, warna kuning, keluhan sering buang air kecil. BAB teratur 1 x hari, warna kuning, bau normal, konsistensi lembek, sedangkan keluhan tidak ada.
3.Pola personal hygiene
Mandi 2–3 kali/hari karena sering berkeringat, menggunakan sabun mandi. Oral hygiene 3 x/hari; pagi dan sore setelah mandi dan malam sebelum tidur. Cuci rambut 3 x/minggu, pakai shampoo.
4.Pola istirahat dan tidur
Lama tidur 8–9 jam sehari, kebiasaan sebelum tidur minum air putih, selama hamil posisi tidur terus terlentang, kadang miring
5. Pola aktivitas dan latihan
Kegiatan dalam pekerjaan memasak, mecuci dan kegiatan lain sebagaimana seorang ibu rumah tangga. Namun ibu sering merasa cepat lelah sehingga kadang minta ibunya untuk bantu di rumah. Olahraga dilakukan dengan jalan pagi tapi tidak rutinitas. Keluhan dalam aktivitas nyeri pinggang dan pusing
6. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
Merokok,minuman keras dan ketergantungan obat : tidak ada

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 120/90 mmHg Nadi : 80 x/mnt
Respirasi : 20 x/mnt Suhu : 36,70c
Berat Badan : 64,4 Kg Tinggi Badan : 158 cm.

1.Kepala : Bentuk normal (bulat), keluhan kadang merasa pusing.
2.Mata : kelopak tidak ada kelainan, gerakan mata normal, konjuntiva agak pucat, sclera putih, tidak menggunakan kaca mata.
3.Hidung : tidak reaksi alergi seperti debu, pilek. Tidak deviasi septum.
4.Mulut dan tenggorokan : gigi masih utuh, tidak ada kesulitan menelan, tidak halitosis dan tidak ada karang atau karies tidak menggunakan gigi palsu.
5.Dada dan aksila : mamae membesar, aerola hitam kecoklatan, ada kolostrum, papilla mamae menonjol.
6.Pernapasan : jalan napas bersih, tidak batuk atau penumpukan secret. Suara napas normal. Tidak menggunakan otot-otot bantu pernapasan.
7.Sirkulasi jantung : nadi apical 100 X/menit, irama teratur, S1 dan S2 tunggal, nyeri dada tidak ada.
8.Abdomen : Perut membesar, linea alba ada, tidak ada striae dan luka bekas operasi. Leopold I : tinggi fundus uteri 38 cm. Leopold II : Punggung terdapat pada kiri dan kanan. Leopold III : bagian yang terbawah adalah kepala dan bokong. Leopold IV : bagian yang terbawa belum masuk pada pintu atas panggul. Denut jantung janin (DJJ) 12-12-11, teratur dan kuat. Kontraksi tidak ada tapi menurut ibu, kadang-kadang kontraksi.
9.Genitourinari : tidak dilakukan pemeriksaan hanya menanyakan kepada ibu yaitu tidak mengalami keputihan.
10.Ekstremitas (integumen dan muskuloskletal ) : Turgor kulit elastis, warna kulit sawo matang, tidak ada kontraktur pada ekstrimitas dan kesulitan pergerakan bebas, kedua ekstrimitas bawah edema.
Data penunjang
Laboratorium : Hb : 11 gr %
USG : Hasil USG tgl. 5 Maret 2002 : letak kepala dan bokong. Tidak ada kelainan.
Rontgen : tidak ada
Terapi : vitamin B 1 x 1 tab
Aktifet 2 x 1
Kalk 1 x 1 tab

ANALISA DATA

DATA
ETIOLOGI
MASALAH
S: Ibu mengeluh cepat lelah dan pinggang kadang terasa sakit.
D: BB= 64,4 Kg, hamil 37/38 mgg, kehamilan kembar, aktivitas terbatas, sering pusing, TD=120/90 mmHg, Nadi = 80 x/menit, bengkak pada kedua kaki

Hamil 37/38 mgg

Perubahan bentuk dan berat badan serta kehamilan kembar

Pembesaran uterus yg menekan diafragma dan peningkatan volume darah

Keletihan/kelelahan
Intoleransi aktivitas
S: Ibu merasa kuatir dengan proses persalinan nanti
O: Banyak bertanya, gelisah, tidak bisa menjawab pertanyaan, pernah melahirkan bayi kembar, TD=120/90 mmHg
Hamil 37/38 mgg

Kehamilan kembar

Prosedur operasi yang akan dilakukan

cemas


Cemas
S: Ibu mengatakan belum pernah mengikuti KB dan menanyakan KB yang cocok selama menyusui anak nantinya.
O: Tidak mengetahui jenis-jenis KB yang sesuai untuk ibu menyusi.
Hamil 37/38 mgg

Melahirkan

Merencanakan untuk menyusui sendiri dan ingin menggunakan KB

kurang informasi

kurang pengetahuan
Kurang pengetahuan



II.DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan
2.Cemas berehubungan dengan kemungkina prosedur operasi saat pengakhiran kehamilan
3.Kurang pengetahuan tentang KB selama menyusui berhubungan dengan kurang informasi
III.PERENCANAAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan
Perencanaan Keperawatan

Tujuan dan criteria hasil
Intervensi
Rasional
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan
Ibu dapat mengetahui aktivitas yang bisa dan boleh dilakukannya dengan kriteria hasil dapat mengidentifikasi faktor-faktor yg menurunkan toleran aktivitas, mampu menyebutkan aktivitas yg boleh ia lakukan, seperti jalan, melipat pakaian, menata meja & ADL
1. Kaji respon klien terhadap aktivitas, seperti mengukur tanda vital
2. Berikan penyuluhan ten-tang penyebab keletihan pada pertengahan masa kehamilan akhir dan aktivitas yg dilakukan saat hamil
3. Ajarkan ibu metode penghematan energi saat melakukan aktivitas
Dapat diketahui sampai sejauh mana kemampuan ibu .mela kukan aktivitas
Dapat diketahui penyebab keletihan dan ak tivas yang dapat dilakukan saat hamil sehingga ibu da pat melakukan tanpa perasaan kuatir.

Klien dapat melakukan aktivi tas secara efektif tanpa pemborosan energi.
Cemas berehubungan dengan kemungkina prosedur operasi saat pengakhiran kehamilan
Cemas berkurang atau hilang setelah diberikan penyuluhan dengan kriteria hasil ibu menjelaskan ia tidak lagi kuatir dan tidak lagi gelisah.
1. Kaji tingkat kecemasan : ringan, sedang, berat, panik
2. Berikan kenyamanan dan ketentraman hati.
3. Jelaskan tentang perawatan hamil, persalinan, setelah persalinan, prognosa & prosedur yg mungkin dilakukan.
Dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Meyakinkan klien bahwa ia benar men-dapat pertolongan.
Mengurangi kecemasan karena klien sudah mengerti apa yang akan dihadapnya nanti
Kurang pengetahuan tentang KB selama menyusui berhubungan dengan kurang informasi
Pengetahuan ibu tentang KB selama menyusui akan meningkat dengan kriteria hasil dapat menyebutkan jenis KB selama menyusui dan menyatakan untuk mengikuti KB
1. Kaji tingkat pemahaman ibu tentang KB selama menyusui.
2. Berikan penjelasan kepada ibu jenis-jenis KB yang bisa digunakan selama menyusui

Intervensi selanjutnya

Meningkatkan pengetahuan ibu dan membantu ibu dalam menentukan jenis kB yang akan dipilihnya.



IV.PELAKSANAAN DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Diagnosa kep.
Hari/tanggal
(jam)
Tindakan keperawatan
Evaluasi keperawatan

1.
Rabu, 13 – 03- 2002
11.00




Melakukan anamnesa : menimbang BB= 64,4 Kg, TD=120/90 mmHg, Nadi = 80 x/mnt.
Menanyakan penyebab keletihan klien,saat aktivitas, setelah aktivitas atau saat istirahat ?
Memberikan penyuluhan bahwa penyebab keletihan adalah akibat peningkatan BB terutama dengan kehamilan kembar dimana kehamilan sudah memasuki minggu terakhir, serta aktivitas yang bisa dilakukan.
Mengajarkan cara penghematan energi seperti istirahat yg cukup, duduk saat melakukan aktivitas, segera hentikan aktivitas bila kelelahan

Jam 12.30
S : Klien masih mengeluh pinggangnya sakit, letih dan agak pusing, klien dapat menjelaskan & mengidentifikasi faktor penyebab keletihan serta aktivitas yang bisa dilakukan
O: TD= 110/90 mmHg, Nadi= 88 x/mnt, RR= 20 x/mnt.
A : Masalah teratasi sebagian, klien sudah mengetahui penyebab keletihan serta tahu cara pengehematan energi.
P: tindakan keperawatan dipertahankan

2.
10.45

Memberikan penjelasan tentang perawatan kehamilan terutama kehamilan kembar, proses persalinan, pasca persalinan & prosedur operiiasi yang mungkin akan dilakukan
(Operasi sc, Vacuum, Forcep).
Mendamping klien selama pemeriksaan
Mengevaluasi tingkat kecemasan klien.
Menyarankan klien untuk kontrol terus tiap minggu.

Jam 12.30
S : Klien mengatakan tidak lagi merasa khawatir
O: Klien tidak lagi gelisah, tenang dan tidak lagi tegang.
A : masalah teratasi
P: tindakan dihentikan

3
11.10

Memberikan penjelasan kepada ibu jenis-jenis KB yang bisa digunakan selama menyusui
Jam 12.30
S : Mengatakan memahami jenis KB yang bisa menyebabkan ASI berkurang
O: dapat menyebutkan jenis KB yang digunakan saat menyusui bayi dan berniat menggunakan KB tetapi berunding dengan suami terlebih dahulu
A : masalah teratasi
P: tindakan keperawatan dihentikan

DAFTAR PUSTAKA


Bagian Obstetri & ginekologi FK.Unpad, 1993. Obstetri Fisiologi. Eleman Bandung

Carpenito, Lynda Juall, 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. EGC. Jakarta

……………...2001. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Maternitas TA: 2000/2001 PSIK.FK. Unair, Surabaya.

Saifudin,Abdul Bari dkk, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo & JNKKR-POGI, Jakarta.

Riordan, J and Auerbach, Kathleen, 1996. Pocket Guide to Breastfeeding and Human Lactation, Jones & Bartett Pub. Boston

Sacharin, Rosa M., 1994. Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta

Mansjoer, A, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.

WHO, 1993, Kader Kesehatan Masyarakat, alih bahasa Adi Heru S, EGC, Jakarta.

Tidak ada komentar: